Kanker Hati
Hati
(bahasa Yunani: ἡπαρ, hēpar) merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh,
terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma.
Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini
dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa
yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan
memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati
disebut proses detoksifikasi.
Bagian-bagian
hati yaitu :
1. Lobus Kiri
2. Lobus
Kanan
3. Kapsula
Hepatis ( selaput pelindung hati )
4.
saluran-saluran yang berhubungan dengan hati
a. Portal triad yang terdiri daripada 3
saluran yaitu:
- Kapilari
portal hati. Ia membawa darah dari vena portal hepar ke lobus hati.
- Arteri
hati yang membekalkan darah beroksigen kepada lobus-lobus hati.
- Duktus
hempedu yg membawa cecair hempedu dari lobus ke pundi empedu utk disimpan.
b. Vena hati yang membawa darah
terdeoksigen dari hati. Terdapat dua vena hati iaitu vena hati kanan dan vena
hati kiri. Kedua-dua vena ini bersambung terus dengan vena kava inferior
Fungsi hati
1. tempat
pembentukan & perombakan protein
2. tempat
penyimpanan glikogen
3. penawar
racun
4. tempat
perombakan & pembentukan sel darah merah
5. mengubah
glukosa menjadi glikogen, dan sebaliknya
6.
Penghasil zat yg dapat melarutkan lemak (zat empedu)
7.
Penyimpan vitamin ( dlm hal ini hanya vit. A, D, E, B12 )
Cara Kerja
Hati
1. dalam
proses ekskresi
=>
hemoglobin dipecah menjadi zat besi, globin, dan hemin.
zat besi,
diambil & disimpan dlm hati, yg nantinya dikembalikan k sumsum tlg blkg
globulin,
digunaan lg utk metabolisme protein, membentk hemoglobin baru
hemin,
diubah menjadi bilirubin & biliverdin. dikeluarkan ke usus 12jari n di oksidasi
mnjd urobilin, yg mnjd pewarna coklat pd feses.
2.
pengikatan racun
as amino
arginin -> as. amino ortinin + urea
as. amono
ortinin mengikat NH3 n CO2 yg bersifat racun bagi tubuh
as. amino
ortinin diubah mnjd as. amino sitrulin.
as. amino
sitrulin + NH3 -> as. amino arginin
(ulang lagi
prosesnya)
shg akn
trus dihasilkan urea, yg dibuang ke ginjal, utk dikeluarkan besama urin.
racun ->
urea -> dikeluarkan dari tubuh.
Salah satu
dari penyakit hati adalah kanker hati. Dalam laporan ini saya akan menjelaskan
tentang kanker hati.
Kanker hati
merupakan kanker kelima yang paling umum diderita oleh pria dan kanker ketujuh
yang diderita oleh wanita. Kasus kanker hati banyak ditemui di negara-negera
berkembang, terutama di wilayah Asia Tenggara dan Timur, Afrika Tengah dan
Barat. Pada tahun 2008, ditemukan 694.000 kasus kematian akibat kanker hati dan
menjadikan kanker ketiga penyebab kematian di dunia. Di Indonesia sendiri,
terdapat 13.238 kasus kanker hati dan 112.825 kasus kematian akibat kanker hati
pada tahun 2008.
Kanker hati
atau yang juga dikenal dengan hepatoma diawali dengan gejala seperti sakit di
bagian perut, mengalami penurunan berat badan dan jika diraba bagian atas kanan
perut akan terasa ada benjolan. Mereka yang terinfeksi virus hepatitis B atau C
rentan terkena kanker hati.
Kanker
hati adalah salah satu penyakit yang berkaitan dengan sistem hepatobillier dan
pankreas. Beberapa penyakti lainnya adalah batu empedu, sirosis (pengerasan
hati), hepatitis, tumor hati, perlemakan hati atau fatty liver (suatu kondisi
dimana terdapat lemak berlebih pada hati) dan kanker pankreas. Gangguan fungsi
hati dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti infeksi virus hepatitis,
konsumsi alkohol berlebih, diabetes, obesitas, zat-zat toksik, gangguan genetik
dan kanker.
Kelainan
sistem hepatobilier juga dapat bermanisfestasi dalam banyak bentuk. Ikterik
atau yang dikenal dengan penyakit kuning adalah gejala yang paling umum terjadi
dan menjadi fokus pemeriksaan meskipun tidak selalu menjadi gejala yang dominan.
Seseorang yang terkena hepatitis atau sirosis memiliki gejala ikterik, dimana
kulit dan putih mata menjadi kuning karena meningkatnya bilirubin dalam plasma
darah.
Bilirubin
adalah produk utama dari pengeluaran sel darah merah yang tua dan disaring dari
darah oleh hati, lalu dikeluarkan pada cairan empedu. Jika hati mengalami
gangguan fungsi atau rusak maka bilirubin total akan meningkat an mengakibatkan
ikterik.
Gangguan
pengaliran bilirubin di saluran empedu akibat gangguan hati disebut dengan
ikterik intrahepatic. Hepatitis akut dan kronik adalah salah satu penyakit yang
terkait dengan ikterik intrahepatic. Tipe hepatitis yang umum menyerang adalah
hepatitis A, B, dan C. Hepatitis A merupakan penyakit hati akut yang disebabkan
oleh virus hepatitis A yang ditransmisikan melalui air atau makanan yang
terkontaminasi virus. Sementara hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B
yag ditransmisikan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh si penderita.
Hampir sama
dengan hepatitis B, hepatitis C juaga ditularkan melalui kontak dengan darah
yang terkontaminasi virus. Infeksi virus hepatitis C terkadang berujung pada
penyakit akut yang dapat berubah menjadi kondisi kronis seperti sirosis hati
atau kanker hati.
Banyak
orang yang tidak menyadari gejala-gejala penyakit hati karena beberapa gejala
tidak nampak seperti penyakit serius, diantaranya badan terasa lelah dan lemas,
mual dan muntah, kehilangan nafsu makan serta demam yang sering kali dianggap
sebagai gangguan masuk angin. Mereka baru mengganggap serius jika mengalami
muntah darah, kulit dan mata menjadi kekuningan, pembengkakan dan nyeri pada
abdomen (perut), kulit mudah memar dan mengalami perdarahan (gusi berdarah atau
perdarahan hidung) serta gangguan mental.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar