Senin, 24 Februari 2014

Latihan 18 - Kanker Hati

Kanker Hati

Hati (bahasa Yunani: ἡπαρ, hēpar) merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.
Bagian-bagian hati yaitu :
1.  Lobus Kiri
2. Lobus Kanan
3. Kapsula Hepatis ( selaput pelindung hati )
4. saluran-saluran yang berhubungan dengan hati

a. Portal triad yang terdiri daripada 3 saluran yaitu:
- Kapilari portal hati. Ia membawa darah dari vena portal hepar ke lobus hati.
- Arteri hati yang membekalkan darah beroksigen kepada lobus-lobus hati.
- Duktus hempedu yg membawa cecair hempedu dari lobus ke pundi empedu utk disimpan.
b. Vena hati yang membawa darah terdeoksigen dari hati. Terdapat dua vena hati iaitu vena hati kanan dan vena hati kiri. Kedua-dua vena ini bersambung terus dengan vena kava inferior

Fungsi hati
1. tempat pembentukan & perombakan protein
2. tempat penyimpanan glikogen
3. penawar racun
4. tempat perombakan & pembentukan sel darah merah
5. mengubah glukosa menjadi glikogen, dan sebaliknya
6. Penghasil zat yg dapat melarutkan lemak (zat empedu)
7. Penyimpan vitamin ( dlm hal ini hanya vit. A, D, E, B12 )

Cara Kerja Hati
1. dalam proses ekskresi
=> hemoglobin dipecah menjadi zat besi, globin, dan hemin.
zat besi, diambil & disimpan dlm hati, yg nantinya dikembalikan k sumsum tlg blkg
globulin, digunaan lg utk metabolisme protein, membentk hemoglobin baru
hemin, diubah menjadi bilirubin & biliverdin. dikeluarkan ke usus 12jari n di oksidasi mnjd urobilin, yg mnjd pewarna coklat pd feses.

2. pengikatan racun
as amino arginin -> as. amino ortinin + urea
as. amono ortinin mengikat NH3 n CO2 yg bersifat racun bagi tubuh
as. amino ortinin diubah mnjd as. amino sitrulin.
as. amino sitrulin + NH3 -> as. amino arginin
(ulang lagi prosesnya)
shg akn trus dihasilkan urea, yg dibuang ke ginjal, utk dikeluarkan besama urin.
racun -> urea -> dikeluarkan dari tubuh.

Salah satu dari penyakit hati adalah kanker hati. Dalam laporan ini saya akan menjelaskan tentang kanker hati.
Kanker hati merupakan kanker kelima yang paling umum diderita oleh pria dan kanker ketujuh yang diderita oleh wanita. Kasus kanker hati banyak ditemui di negara-negera berkembang, terutama di wilayah Asia Tenggara dan Timur, Afrika Tengah dan Barat. Pada tahun 2008, ditemukan 694.000 kasus kematian akibat kanker hati dan menjadikan kanker ketiga penyebab kematian di dunia. Di Indonesia sendiri, terdapat 13.238 kasus kanker hati dan 112.825 kasus kematian akibat kanker hati pada tahun 2008.

Kanker hati atau yang juga dikenal dengan hepatoma diawali dengan gejala seperti sakit di bagian perut, mengalami penurunan berat badan dan jika diraba bagian atas kanan perut akan terasa ada benjolan. Mereka yang terinfeksi virus hepatitis B atau C rentan terkena kanker hati.


            Kanker hati adalah salah satu penyakit yang berkaitan dengan sistem hepatobillier dan pankreas. Beberapa penyakti lainnya adalah batu empedu, sirosis (pengerasan hati), hepatitis, tumor hati, perlemakan hati atau fatty liver (suatu kondisi dimana terdapat lemak berlebih pada hati) dan kanker pankreas. Gangguan fungsi hati dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti infeksi virus hepatitis, konsumsi alkohol berlebih, diabetes, obesitas, zat-zat toksik, gangguan genetik dan kanker.

Kelainan sistem hepatobilier juga dapat bermanisfestasi dalam banyak bentuk. Ikterik atau yang dikenal dengan penyakit kuning adalah gejala yang paling umum terjadi dan menjadi fokus pemeriksaan meskipun tidak selalu menjadi gejala yang dominan. Seseorang yang terkena hepatitis atau sirosis memiliki gejala ikterik, dimana kulit dan putih mata menjadi kuning karena meningkatnya bilirubin dalam plasma darah.

Bilirubin adalah produk utama dari pengeluaran sel darah merah yang tua dan disaring dari darah oleh hati, lalu dikeluarkan pada cairan empedu. Jika hati mengalami gangguan fungsi atau rusak maka bilirubin total akan meningkat an mengakibatkan ikterik.

Gangguan pengaliran bilirubin di saluran empedu akibat gangguan hati disebut dengan ikterik intrahepatic. Hepatitis akut dan kronik adalah salah satu penyakit yang terkait dengan ikterik intrahepatic. Tipe hepatitis yang umum menyerang adalah hepatitis A, B, dan C. Hepatitis A merupakan penyakit hati akut yang disebabkan oleh virus hepatitis A yang ditransmisikan melalui air atau makanan yang terkontaminasi virus. Sementara hepatitis B disebabkan oleh virus hepatitis B yag ditransmisikan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh si penderita.

Hampir sama dengan hepatitis B, hepatitis C juaga ditularkan melalui kontak dengan darah yang terkontaminasi virus. Infeksi virus hepatitis C terkadang berujung pada penyakit akut yang dapat berubah menjadi kondisi kronis seperti sirosis hati atau kanker hati.

Banyak orang yang tidak menyadari gejala-gejala penyakit hati karena beberapa gejala tidak nampak seperti penyakit serius, diantaranya badan terasa lelah dan lemas, mual dan muntah, kehilangan nafsu makan serta demam yang sering kali dianggap sebagai gangguan masuk angin. Mereka baru mengganggap serius jika mengalami muntah darah, kulit dan mata menjadi kekuningan, pembengkakan dan nyeri pada abdomen (perut), kulit mudah memar dan mengalami perdarahan (gusi berdarah atau perdarahan hidung) serta gangguan mental.

Dalam kasus penyakit hati dapat disembuhkan dengan berbagai terap pengobatan tanpa harus mengganti organ hati. Tapi pada kasus dimana hati mengalami kerusakan yang sangat parah, penderita akan memerlukan hati baru melalui proses pencangkokan atau transplantasi hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar